Napoleon
Bonaparte
Napoleon Bonaparte saat berperang di
Timur Tengah 1799 bermaksud melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan
Perancis, ketika Perancis berhasil merebut Jaffa. Saat itu Napoleon sedang
terserang influenza. Saat menginspeksi pasukan, Napoleon terserang batuk berat
hingga ia mengatakan "Ma sacre toux" (Batuk sialan). Perwira
pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan "Massacrez Tous"
(Bunuh semua). Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh. Hanya
karena batuk sang Jenderal dan kuping perwira yang error! (Lihat gambarnya jadi
keingat ‘Aro’ pas di Italia di film Twillight Saga-New Moon-)
Galileo
Galilei
Sayangnya, tokoh ilmuan ini kurang beruntung
selama hidupnya. Bahkan setelah mati sekalipun, Galileo tetap mengalami
kesulitan.
Setelah pandangan-pandangan ilmiahnya soal
tata surya membuat dirinya berurusan dengan pihak gereja, kematiannya pun
dirundung masalah. Saat kematiannya pada tahun 1642, jasadnya tidak langsung
dikubur, tapi tetap disimpan hingga tahun 1737, kira-kira hampir seabad.
Tak cukup hanya itu, sebelum dikubur di
Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan tega memotong tiga jari
Galileo sebagai "kenang-kenangan". Dua dari jari itu kemudian
dimiliki oleh seorang dokter Italia, dan jari ketiga-sepotong jari tengah-saat
ini berada di Museum Sejarah Ilmu Pengetahuan di Florence, Italia, dipajang
menunjuk ke langit di atas tiang marmer.
Mau
tahu jenis tanaman apa yang sejak jaman dinosaurus hingga sekarang tetap masih
ada? Jawabannya adalah ya tanaman
ini, pohon “maidenhair” atau dikenal dengan nama spesies Ginkgo atau Ginkgo
Biloba. Jenis tanaman itu telah ada pada periode Jurrasic dan periode
Triassic (135-210 juta tahun yang lalu)!
COFEE
Kopi yang tiap hari kita minum ternyata memiliki
sejarah panjang. Sejarah kopi diawali dari cerita seorang penggembala
kambing Abessynia (sekarang namanya Ethiopia) yang menemukan tumbuhan kopi
sewaktu ia menggembala, kira-kira sekitar abad ke-9 masehi. Dari sana lalu
menyebar ke daratan Mesir dan Yaman, dan kemudian pada abad 15 menjangkau lebih
luas lagi ke Persia , Mesir, Turki dan Afrika utara. Namun ada yang mengatakan
sejarah kopi ini berawal dari Abessynia juga, tapi lain cerita, di mana Ali
al-Shadili yang gemar meminum sari biji kopi untuk membuatnya tetap terjaga
demi menjalankan shalat malam. Dari sinilah akhirnya khasiat kopi menyebar
sebagai minuman penghilang rasa kantuk.
Kopi
ternyata tidak begitu saja menjadi salah satu minuman favorit dunia yang
digemari. Awalnya di Italia, pendeta-pendeta melarang umatnya
minum kopi dan menyatakan bahwa minuman kopi tersebut dimasukkan sultan-sultan
muslim untuk menggantikan anggur. Bukan hanya melarang tetapi juga menghukum
orang-orang yang minum kopi. Tidak hanya di Italia, di tahun 1656, Wazir dan
Kofri, Kerajaan Usmaniyah, mengeluarkan larangan untuk membuka kedai-kedai
kopi. Bukan hanya melarang kopi, tetapi menghukum orang-orang yang minum kopi
dengan hukuman cambuk pada pelanggaran pertama. Di Swedia, konon Raja Gustaff
II pernah menjatuhkan hukuman terhadap dua orang saudara kembar. Yang satu
hanya diizinkan meminum kopi dan yang satu lagi diizinkan hanya nyeruput teh.
Siapa yang terlebih dahulu mati, maka dialah yang bersalah dalam satu tindak
pidana yang dituduhkan terhadap mereka. Ternyata yang mati duluan adalah
peminum teh pada usia 83 tahun. Gara-gara itulah, masyarakat Swedia menjadi
sangat tergila-gila dengan kopi, bahkan paling fanatik di dunia. Sehingga
sampai sekarang negara-negara Skandinavia kini peminum kopi tertinggi di dunia.
Setiap orang menghabiskan 12 kg lebih per tahun.
Dulu
awalnya, Indonesia merupakan pengekspor kopi terbesar dan terbaik di
dunia. Dan tahukah Anda, hal itu terjadi sebelum tahun 1880-an, dimana pada
tahun tersebut terjadi wabah hama karat daun yang memusnahkan kopi arabika yang
ditanam di bawah ketinggian 1 km di atas permukaan laut, dari Sri Lanka hingga
Timor. Brasil dan Kolombia akhirnya mengambil alih peran sebagai eksportir kopi
arabika terbesar, sampai kini. Dan pada masa jaya itu, industri kopi di Jawa
pernah berpameran di AS untuk memperkenalkan kopi, sehingga publik AS mulai
mengenal kopi dan menjuluki minuman itu dengan nama Java.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar